Thanks to Majalah Noor dan Majalah Alia

Tesis, membuat aku jadi agak sering berhubungan dengan orang-orang dari kantor kedua majalah itu

 

Kalo untuk Alia, aku udah kenal beberapa orang disana gara-gara pernah di foto untuk Majalah Alia,

jadi aksesnya lebih mudah..

mbak Nina dan Mbak Novi baik banget ngebantuin waktu aku minta beberapa data untuk risetku..

apalagi Pak Mur, Manager SDM mereka yang super duper baik itu,

wajahnya selalu memancarkan senyuman,

mukanya bersih sekali,  mungkin karena sering terbasuh air wudhu

kata-katanya juga lembut dan penuh ketenangan dan entahlah aku merasakan inner handsome terpancar dari wajah keriputnya

Aku bahkan pernah ngomong sama Amik sahabatku…

“Tau gak Mik, yang namanya pak Mur itu yah kalo elo liat dia, elo bakal liat surga di matanya saking baiknya dia…”,

amik; “sumpe lo?”…

 

Kalo untuk majalah Noor,

walau aku belum kenal deket sama crew-nya tapi mereka nggak kalah baik.

Pertama kali masuk kantornya aku langsung ngerasa Ruh noor masuk kedalam jiwaku

(hehehe, kaya kata-kata bu Jety waktu aku tanya keunggulan majalah Noor dibanding Majalah yang lainnya..”Ruhnya..” ujar beliau)

mbak Gina dan Ibu Jety yang baik memperlakukan aku bener-bener seperti tamu istimewa mereka

mereka bilang akan seneng banget kalo bisa ngebantuin mahasiswi yang lagi tugas akhir,

mungkin karena mereka juga ngerasain susahnya ketemu orang-orang hebat untuk kepentingan artikel di majalah mereka

beda dari pak Mur yang sangat bersahaja, baik dan lembut

kalo di wajah bu Jetty R Hadi aku temukan bagaimana perempuan muslim seharusnya

wajahnya yang juga tidak muda masih memancarkan  jiwa yang energik dan penuh semangat

Di wajahnya tetap memancarkan kecantikan 

Saat berbicara dengan beliau, terlihat kecerdasannya

“sepulang dari Amerika setelah 14 tahun saya meninggalkan Indonesia, saya merasa perlu mendirikan majalah muslim yang sesuai dengan budaya kita, yang memberikan informasi yang edukatif. karena majalah wanita yang ada di Indonesia saat saya pulang ke Indonesia 5 tahun yang lalu, menurut saya sangat tidak edukatif, konsumtif dan tidak mencerminkan budaya kita”, itu membuat saya prihatin” ujar beliau saat aku tanya alasan didirikannya majalah Noor

 

Tesis emang belum selesai, masih nunggu ujian…

tapi minimal karena kebaikan kedua majalah yang udah ngasih kesempatan buat aku untuk riset, tesisku akhirnya terkumpul (walau nggak sebagus yang kuharapin)

aku ucapin banyak terimakasih untuk kedua majalah favoritku itu (satu lagi..majalah Paras),

semoga majalah Muslimah di Indonesia terus berkembang

dan terus memberikan edukasi bagaimana perempuan muslimah seharusnya..

This entry was posted in 1. Bookmark the permalink.

One Response to Thanks to Majalah Noor dan Majalah Alia

  1. dini says:

    assalamualaikum mbak

    mbak bisa tau no telpon redaksi majalah Noor?
    atau contact personnya juga gak papa.

    makasih ya mbak

    wassalam
    Dini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s