Fried Chicken Mama

Fried Chicken yang biasa kita makan sekarang, dulu jadi makanan mahal untuk aku..Pertamakali aku makan waktu itu sepupuku ulang tahun di sana. dan sejak itu aku selalu minta dibelikan mama, dan tidak pernah dibelikan. aku inggat dulu waktu masih SD setiap nganter mama belanja ke pasar naik angkot, kalau lewat depan sebuah restaurant fried chicken terkenal aku selalu merengek minta dibelikan. tapi mama selalu cuek mengabaikan permintaanku dengan alasan gak punya uang.

Sampai suatu hari saking pinginnya makan di restaurant itu, aku bilang sama mama..”ma, kalo aku naik kelas dengan nilai bagus mama mau gak beliin aku fried chicken untuk hadiahnya?”, mama masih nggak nanggepin dan berlalu. Tapi aku tetap menganggap Iya dengan sikap mama..aku belajar saat ujian lebih giat dari biasanya untuk dapat nilai yang baik biar bisa makan fried Chicken, terbayang dalam otakku saat itu nilai-nilai bagusku bisa membawa aku makan di restaurant Fried Chicken

Penerimaan raport tiba, aku naik kelas dengan nilai yang bagus..aku senang sekali..dalam perjalanan dari sekolah ke rumah aku bilang sama mama “ma, nanti malam kita makan Fried Chicken kan?” ujarku senang..dan mama hanya menjawab “kalo mau makan Fried Chicken, sekolah yang bener biar kalo udah kerja bisa beli sendiri”..aku sedih sekali saat itu, rupanya mama bersungguh-sungguh dengan ucapannya, malam harinya dan hari-hari sesudahnya, tidak pernah ada friend chicken di meja makan.., aku mencoba melupakan Fried Chicken dambaanku

Beberapa bulan kemudian saat aku ulang tahun, tiba-tiba mama memintaku untuk berganti baju “ayo ganti bajumu,kita ke jalan Sabang”, aku menurut saja waktu mama mengajakku ke jalan sabang berdua saja yang sebenarnya aku sendiri belum pernah ke sana & tidak tau dimana itu jalan sabang, perjalanan dari Maruya ke jalan sabang yang jauh membuatku bertanya “emang mau ngapain sih ma koq jauh banget?””nanti juga tau”, jawab mama singkat

Sesampainya disana mama mengajakku masuk ke Restaurant Fried Chicken dambaanku, aku senang sekali saat itu, langsung memeluk mama dan mengucapkan terimakasih..setelah hari itu, aku tidak pernah lagi makan di Restaurant Fried Chicken dengan mama, karena setelah itu aku tinggal dikota yang jauh tidak bersama mama sampai kuliah.

Sampai akhirnya beberapa bulan yang lalu saat ulang tahunku aku mengajak mama ke restaurant Fried Chicken di daerah sabang, kali ini aku sudah bekerja dan aku yang membayar Makan kami hari itu. disela-sela makan, aku berkata pada mama, mama ingat tempat ini?di sini dulu untuk pertamakalinya aku makan Fried Chicken dengan mama. “Mama ingat waktu mama bilang supaya aku sekolah yang benar biar suatu saat bisa bekerja dan beli ayam fried Chicken sesuka hatiku?, sekarang aku sudah bekerja ma dan aku bisa beli fried chicken kapanpun aku mau”, kulihat mata mama berlinang sambil memegang tangganku erat, kami berdua menangis hari itu..

untuk mama, inspirasi terbesarku..

This entry was posted in About Luv. Bookmark the permalink.

One Response to Fried Chicken Mama

  1. Hasanuddin Maulana says:

    Met, penjiwaan mu dalam tulisan krasa banget loh. Coba deh u, nekankan jadi penulis. Sesekali kirim ke majalah mana. Style menulis mu dah kliatan banget kok. Cos ga cerpen tu ga jauh-jauh beda dari nyari inspirasi dari kehidupan sekitar. Apa lagi penglaman diri sendiri. Keep on tract deh, Good Luck Girl!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s